Sabtu, 30 Juli 2016

Perlombaan panahan Bupati cup kulon progo

       Pada tanggal 22-24 Juli PERPANI KULON PROGO telah sukses mengadakan even INVITASI BUPATI CUP di Lapangan UNY cabang Wates.Even ini diikuti oleh seluruh pemanah DIY,Solo,Papua,Purworejo dan Klaten.Perlombaan ini juga menjadi ajang pemanasan pada event PON mendatang.

"Antusias peserta untuk mengikuti even ini sangat tinggi. Bahkan atlet panahan Papua yang akan berlaga di PON dan sedang TC di Jawa Tengah memastikan ikut. Para pemanah junior dan atlet yang akan berlaga di PON 2016 dapat mengukur kemampuannya di even ini," kata Sriyono di Wates, Jumat (22/7/2016) malam.

Sriyono menuturkan, kelas yang diperlombakan antara lain kelas recurve 70 meter, compound 50 meter, standar bow, SD jarak 10 meter dan 25 meter, SMP jarak 30 meter dan SMA/umum jarak 40 meter.

"Kulonprogo di ajang ini akan menurunkan 28 atlet. Kejuaraan ini sangat bagus untuk mengukur kemampuan atlet selama menjalani latihan. Juga untuk menguji mental bertanding para pemanah-pemanah muda," jelasnya

    Pada event ini juga sekaligus launching PVC bow yang dilakukan oleh Bupati Kulon Progo dan diberi nama JEMPARINGKU.Busur PVC ini adalah asli buatan tangan yang diproduksi oleh Joko Triyanto dkk.














Sabtu, 04 Juni 2016

Apa itu olahraga panahan?

Di sini saya akan menjawab pertanyaan yang kadang dipertanyakan oleh banyak orang yaitu tentang olahraga panahan. Banyak orang yang belum tahu apa itu panahan.

     Panahan (Inggris:Archery) adalah suatu kegiatan menggunakan busur panah untuk menembakkan anak panah. Bukti-bukti menunjukkan bahwa sejarah panahan telah dimulai sejak 5.000 tahun yang lalu yang awalnya digunakan untuk berburu dan kemudian berkembang sebagai senjata dalampertempuran dan kemudian sebagai olahragaketepatan. Seseorang yang gemar atau merupakan ahli dalam memanah disebut juga sebagai pemanah.

Sejarah panahan:
     Busur telah ditemukan pada masa Paleolitik atau awal periode Mesolitik. Petunjuk tertua akan fungsinya di Eropa datang dari Stellmoor di Lembah Ahrensburg, bagian utara dari Hamburg, Jerman dan tanggal dari akhir Paleolitik, sekitar 10.000-9.000 SM. Panah dibuat dari kayu pinus dan terdiri dari poros utama dan sebuah poros depan sepanjang 15-20 sentimeter atau 6-8 inci dengan sebuah titik batu. Pada zaman dahulu tidak ditemukan busur, sebelumnya ditemukan poros bertitik, tapi mungkin pada zaman dahulu orang menggunakan pelempar tombak daripada busur. Sejauh ini busur tertua diketahui datang dari rawa Holmegard di Denmark. Akhirnya busur menggantikan pelempar tombak sebagai sarana utama untuk melepaskan batang peluru, dan di setiap benua kecuali Australia, meskipun pelempar tombak bertahan di samping busur di benua Amerika terutama Meksiko (di mana “pelempar tombak” itu atlatl dalam bahasa Nahuatl) dan di antara Suku Inuit. Tapi seperti yang kita tahu busur tertua datang dari Yunani Kuno pada 2800 SM.
Busur dan panah telah hadir pada budaya Yunani sejak keduanya berasal dari Predinastik (masa sebelum ada kerajaan). Di Levant, artefak yang mungkin menjadi gagang panah pelurus diketahui berasal dari budaya Natufian, ke depan. Orang-orang El-Khiam danPPN A memanggul Khiampoints mungkin sebagai panah.
Peradaban klasik, terutama Assirian, Persian, Parthian, Indian, Korean, Cina, Jepang dan Turki menerjunkan pemanah dalam jumlah yang besar pada tentara perangnya. Busur besar Inggris terbukti nilainya untuk pertama kali di Perang Benua ketika Pertempuran Crecy. Pemanah Amerika telah tersebar luas ketika Kontak Eropa.
Panahan berkembang pesat di Asia. Istilah Sansekerta untuk panahan, dhanurveda, pada saat ini digunakan untuk istilah seni beladiri. Di Asia Timur, Goguryeo, satu dari Tiga Kerajaan Korea, terkenal dengan resimennya sangat berbakat dalam memanah.